Merakit Sepeda Mejadi Sepeda Bermotor Listrik (SBL)

    • Sepeda Listrik

Pertama-tama yang dipikirkan adalah pemakaian dari sepeda motor listrik itu. Apakah akan dipakai di jalanan yang rata, dengan arti kata lain, tidak ada jalanan yang naik turun. Ini perlu untuk menentukan besar kecilnya motor listrik yang akan dipakai. Besar kecil dari ukuran motor listrik itu sendiri dan besar kecil wattage yang diperlukan. Dijalanan rata, motor listrik sebesar 200 watts/250 watts sudah memadai. Dan motor listrik sebesar ini rata-rata memerlukan arus listrik kira-kira 8 - 10 Amp untuk mendapatkan kecepatan 25 km perjam dijalanan rata. Dengan demikian tidak memerlukan batre yang besar. Batere yang dipakai cukup dengan batre 12 V, jika memerlukan tenaga lebih besar batre 24 V dapat dipakai. Dua perangkat batre 12 volt dipasang "series" menghasilkan 24 V, tiga perangkat batre 12 V menghasilkan batre dari 36 V. Dengan amperage dari 5AH,12AH,18AH.

Ada dua pilihan motor listriknya. Kesatu, keluaran pabrik dimana motor listriknya dipasang didalam "as" roda depan atau roda belakang. Ada yang dilengkapi dengan gigi-gigi didalam "as" itu, sehingga kecepatan dapat dipindah-pindah dari gigi satu ke gigi lainnya. Juga karena semua peralatannya "dibungkus" didalam "as" roda depan atau roda belakang, kelihatannya rapih. Seperti sepeda bermotor listrik "Beatrix". Kedua, motor listrik dipasang diluar dan memutarkan gigi roda belakang melalui rantai atau gelang karet. Atau dari motor listrik, yang mana untuk praktisnya dipasang dibelakang sadel. Kemudian dengan memakai rantai motor listrik dihubungan dengan gigi-gigi yang dipasang pada jari-jari roda belakang. Piring gigi yang dipakai adalah dibagian lainnya di "as". Piring gigi ini dipasang dengan mur dan baud dijepitkan kepada jari-jari roda belakang. Akan terlihat dua piring gigi-gigi, yang sebelah kanan dengan rantai ke piringan gigi di pedal dan yang disebelah kiri dengan rantai ke motor listrik. Bila gelang karet yang dipakai untuk memutarkan roda belakang, ditengah-tengah roda dipasang metal berbetuk lingkaran yang dijepitkan dengan mur dan baud ke jari-jari roda belakang. Lingkaran metal ini tempat untuk gelang karet memutarkan roda.

Dengan harga antara $400 - $500, kit yang diterima adalah motor yang dipasang didalam "as" roda sudah termasuk velgnya. Tinggal pasang ban, velg bermotor listrik dan bannya dipasang didepan atau dibelakang. Alat pengatur kecepatan yang dipasang di stang, seperti sepeda motor pengatur gas. Kabel-kabel ke batere. Batere tidak termasuk. "Kit" ini adalah yang paling gampang untuk dipasang di sepeda. Siapa saja dapat merakitnya, asal betul-betul mengikuti apa yang tertulis di buku petunjuk. Pengetahuan teknik yang minimal sudah cukup sebagai bekal.

Lain halnya bila Anda bermaksud merakit sendiri dari "A" sampai "Z". Anda membeli motor listrik yang dipasang dikerangka sepeda. Pemasangan motor listrik seperti ini memerlukan pengetahuan mengenai soal teknik. Tentunya harga akan bertambah kalau motor listrik yang lebih besar tenaganya dipakai sebagai tenaga penggerak, seperti motor dibawah ini bila dipasang di mountain bike untuk dipakai dijalanan tak beraspal. Secara lengkapnya tidak termasuk batre, alat-alatnya yang diperlukan adalah sebagai berikut:

1.360W Motor w/ Controller
2.Gearbox & 14T Freewheel Sprocket
3.Motor Mounting Bracket w/ Spacers & Bolts
4.44 Tooth Freewheeling Chainwheel
5.Bottom Bracket Spindle
6.Left & Right Crank Arms - 170mm
7.Twist Grip Throttle
8.2ea. Handlebar Grips
9.2ea. Brake Handles w/ Motor Cutoff Switch
10.Battery Connecting Harnes

    • Sepeda Listrik
    • Motor Listrik
  • Previous
  • Next

Motor listrik dari 360 watts ini, dipasang di mountain bike. Tenaga penggerak dari motor listrik disalurkan melalui rantai sepeda yang sudah ada di roda belakang.. Karena mountain bike ini mempunyai 8-gigi dari berbagai kecepatan, tenaga dari sepeda bermotor listrik ini dapat diatur berdasarkan jumlah gigi itu. Lain halnya dengan motor listrik yang dipasang didalam "as" roda, kecepatan atau tenaga yang disalurkan hanya dengan mengurangi atau menambah arus ampernya saja, bila motor listrik ini tidak dilengkapi gigi-gigi untuk mengganti kecepatan. Karena motor listrik ini dari 360 watts, diperlukan batre dari 24 V. Motor listrik dari 200/250 watts cukup memakai batere dari 12 V saja. Tapi maksimum kecepatannya hanya 16 - 18 km/jam. Motor listrik diatas 350 watts dengan volatage yang lebih besar sangat cocok untuk dipasang di mountain bike untuk dikendarai di "trail". Cukup tenaga untuk menjalani jalanan tak beraspal dan dengan jalanan yang naik turun. Menenangkan karena tidak ada kebisingian knalpot. Yang terdengar hanya suara burung-burung berkicau.

Batre Lithium, ramping dan ringan, namun mempunyai daya simpan yang lama, harganya berkisar $200 - $450. Tentu tergantung berapa besar voltage-nya. Pengisian batre sampai penuh memerlukan waktu kurang dari 2 jam, memakai listrik tegangan rumah. Alangkah "ideal"-nya bila pengisian batre dapat dilakukan sewaktu sepeda bermotor listrik sedang berjalan. Mungkin dengan memindahkan tombol sehingga motor listrik menjadi generator listrik mengisi batre. Dalam keadaan begini tenaga kaki (menggenjot) yang dipakai menjalankan sepeda juga menjalankan generator listrik untuk mengisi batre. Tetapi tidak ada sepeda bermotor listrik keluaran pabrik yang dilengkapi dengan alat pengisi batere seperti ini.

Sepeda bermotor lisrtrik seperti jenis ini baik sekali kalau dipakai sebagai tenaga penggerak kendaraan listrik berkecepatan rendah. Misalnya becak bermotor listrik. Yang menjalankan becak maju adalah tenaga listrik, si pengendara menggenjot pedal untuk mengisi batre. Dengan demikian jarak capai dapat lebih jauh, dan tidak membuang waktu untuk mengisi batre. Secara teoritis, selama sanggup menggenjot mengisi batre, jarak tempuh tidak menjadi persoalan. Siapa tahu suatu waktu akan terbentuk "koperasi" pengendara becak bermotor listrik disetiap RT/RW. Koperasi yang memiliki Becak Bermotor Listrik untuk disewakan kepada anggota koperasi penduduk setempat di RT/RW itu.

Pada mulanya, sepeda bermotor listrik dipakai sebagai alat untuk berolahraga bagi para pensiunan. Dimana motor listriknya dihidupkan apabila sudah kehabisan tenaga menggenjot sepeda. Setelah tenaga pulih kembali, motor listrik dimatikan, kembali menggenjot sepeda. Dari alat untuk berolahraga menjadi alat rekreasi, kemudian dipakai sebagai alat transportasi jarak dekat didalam kota. Kemudian muncul kendaraan baru yang disebut "moped" lebih kecil dari kendaraan scooter dan dilengkapi dengan mesin listrik ukuran besar. Di NYC moped banyak dipakai sebagai kendaraan mengantarkan makanan jadi yang dipesan melalui telepon, disekitar RW/RT.

Kembali ke hal "merakit sepeda motor listrik", dengan pertimbangan harga, pemasangan motor listriknya serta waktu, juga pengetahuan yang minim soal teknik, pilihan jatuh ke motor listrik didalam "as". Pesan melalui telepon, dibayar dengan kartu plastik, menunggu beberapa hari, paket datang, tinggal memasang peralatannya, dalam satu jam selesai. Malah disertakan kunci-kunci untuk mengencangkan mur-mur. Hanya satu kekurangan, pompa ban lupa dimana disimpan, terpaksa berjalan kaki dengan sepeda bergandengan ke tempat Pompa Bensin untuk mengisi angin. Pulangnya naik sepeda maju dengan lancar, tidak perlu menggenjot dan tak ada suara bising dari knalpot. Untungnya dijalanan di NYC ada jalur khusus untuk sepeda, jalur ini dicat dan diberi gambar dua roda yang besar untuk menarik perhatian para pengendara mobil dan truk. Kendaraan yang diparkir dijalur sepeda ini dan menghalangi lalu lintas sepeda, ditilang. Jalur khusus ini berada antara mobil yang diparkir di jalanan dan "trotoar". Disini diperhatikan betul-betul keselamatan pengendara sepeda. Disini juga dapat dilihat dengan nyata akan kepedulian serta kesungguhan Kotapraja dalam usaha mengurangi polusi udara dikotanya. Di NYC semua Bis-Bis umum bermesin "hybrid".

===MangSi 101111===


Referensi

1. Belajar Bareng Sepeda Listrik, http://sepedalistrik.openthinklabs.com/
blog comments powered by Disqus